semua itu kecil…..

January 31st, 2008 by firmanprawiradisastra

Pagi tadi seperti biasa di hari sabtu adalah jadwal rutin pengajian bareng temen-temen, hari-hari sekarang terasa lebih pendek, ya… jadwal kerja rutin emang bikin kayak gitu, ga kerasa udah weekend lagi ntar senen lagi, ntar udah sabtu  lagi… yeah that’s my life now. Masih kebayang tugas dari kantor yang belum sempet dikerjain dan harus dikumpulin hari senentugas hafalan dari ustadz (weh..weh.. belom sempet euy) padahal target dua surat per bulan (?_?)…. ditambah permasalahan
lain yang juga belum sempet selesai, pusing juga kalo dipikirin sekarang… akhirnya berangkat juga ke tempat pengajian.

Sampe sana ustadz udah datang, temen-temen juga udah ngumpul. Kita biasa ngumpul di tempat temen yang ga bisa kemana-mana
kenapa?? sahabat saya ini sedang ada musibah yang mungkin kalo bukan dia ga akan sanggup nahan bebannya… istri beliau
terkena kanker payudara dan sampe saat ini masih terbaring di rumahnya tak bisa bergerak… (Ya ALLAH… berikan yang terbaik untuknya).

Luar biasanya beliau yang paling pertama nyambut saya dengan senyuman khasnya di depan pintu rumahnya (jujur saya pengen nangis terharu..it’s touch my heart..really)
beliau dengan beban yang begitu berat masih sempat-sempatnya nyambut saya dengan senyuman yang seolah-olah tanpa ada beban hidup
(Ya Allah saya ga ada apa-apanya dibandingin dengan dia…..ALLAH….ALLAH).

Melihat senyuman saudara saya ini beban sehari-hari
saya langsung hilang berganti dengan semangat hidup baru (terima kasih ya ALLAH engkau berikan saudara yang baik ini….).

Setelah itu saya salami ustadz, ya Allah keteduhan wajahnya membuat hati tenang, beliau ini kepala sekolah di sebuah sd swasta dengan penghasilan
yang pas-pasan tapi sekali lagi tidak ada nampak ada keluhan beban hidup di wajahnya. Padahal beliau punya majelis taklim dimana-mana kadang-kadang saya liat beliau baru pulang pengajian malem2

Lalu saya salami juga yang lain satu persatu… (ah..good to see them all), singkat cerita saat itu ustadz ngebahas tafsir surat al-muddassir… satu ayat yang langsung
kena di hati saya yaitu ayat ke 3 yang bunyinya " wa rabbaka fa kabbir" (dan Rabb-mu Agungkanlah). Ustadz menafsirkan dengan kalimat yang makin membuat hati miris melihat diri sendiri
begini katanya "ya akhi(saudaraku)… semua itu kecil hanya ALLAH yang besar, beban hidup kita, permasalahan kita, harta, jabatan semua adalah kecil….".

Subhanallah beginilah mungkin pandangan hidup seseorang yang benar-benar memahami Al-Qur’an :semua kecil hanya ALLAH yang besar, yup langsung saya catet dan inget2 supaya ga lupa.

Beginilah mungkin Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abdurrahman bin Auf dan sahabat lainnya memandang dunia.

Abu bakar yang pernah suatu kali
menyumbangkan seluruh hartanya dan ketika ditanya apa yang ditinggalkan untuk keluarganya dia jawab: ALLAH dan Rasul-NYa. Astaghfirullah… saya kasihan sama diri saya.
Atau Umar yang ketika menjadi khalifah yang menguasai 2/3 bumi tidur siang dibawah pohon kurma di jalanan madinah, di malam hari berjalan-jalan di kota madinah khawatir
ada rakyatnya kelaparan dan memikul gandum sendiri untuk memberi makan seorang wanita dan anaknya.. ketika pengawalnya ingin membantu dia marah dan berkata: "apa kamu ingin memikul dosa saya nanti…".

Mereka berdua telah dijamin surga oleh rasulullah SAW tapi bagi mereka "semua kecil hanya ALLAH yang besar".
Tak ada artinya harta, jabatan, pekerjaan kalau tidak bermanfaat buat orang banyak, buat agama ini.

Ya ALLAH ampuni dosa saya

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan
(dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS 2:214)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan.Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.Mereka itu balasannya
ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;
dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (3:133-136)

cinta abadi???

October 28th, 2007 by firmanprawiradisastra

Semakin dalam kita mencintai seharusnya semakin siap pula kita menahan sakitnya kehilangan….kecuali yang kita cintai adalah sesuatu yang abadi yang tak lekang oleh jaman. Tapi memang biasanya yang tak abadi itu malah terlihat lebih indah dan menggoda…..
wajah… fisik… memang kelihatan lebih indah tapi ketika itu dijadikan pondasi cinta, bersiaplah kecewa…..
Tapi hati tak pernah lekang oleh zaman, perbuatan baik dan akhlak mulia akan tetap melegenda…

Kenapa ya rasul sampai bilang namanya nikah itu menyempurnakan setengah
agama apakah cinta jawabannya apakah mungkin karena didalamnya ada
ketulusan pengorbanan, berbagi kebahagiaan, berbagi sedih dan duka,
kebersamaan menanggung beban.
Maha suci Allah yang menganugrahkan cinta suci kepada sepasang manusia.

“Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman
hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu mau jika aku
tunjukkan pada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling
mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)

‘Barangsiapa memandang saudaranya dengan pandangan penuh kasih sayang,
maka Allah swt. akan mengampuni dosa-dosanya.’ Allah swt. berfirman,
“Bersabarlah kalian bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya dipagi dan
senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, janganlah kedua mata kalian
berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia
ini dan janganlah kalian mengikuti orang yang hati-nya telah Kami
lalaikan dari mengingati Kami, serta menu-ruti hawa nafsunya dan adalah
keadaannya itu melampaui batas.” (Al-Kahfi: 28)

sebuah doa..

September 9th, 2007 by firmanprawiradisastra

Ya Allah yang Menguasai setiap kejadian, Ya Allah yang mengetahui semua yang tersembunyi di tingginya angkasa dan di kegelapan laut dalam, Ya Allah yang mengatur tinggi rendahnya gelombang di lautan, Ya Allah yang mengetahui semua yang tersimpan di hati, Ya Allah yang tidak ada satupun kejadian terjadi kecuali tanpa izin dari-Mu.

Ya Allah perih hati ini melihat begitu terpuruknya umat ini, perih hati ini melihat begitu banyak orang berkecukupan dengan entengnya mengeluarkan uang tuk beli kendaraan merk terbaru tapi di sisi lain banyak anak di persimpangan lampu merah mengais rejeki karna tak mampu hanya sekedar mengeyangkan perut.

Ya Allah perih hati ini melihat sebagian umat bisa tertawa-tawa menikmati "kebahagiaan" kehidupan sementara sebagian lain menangis setiap malam karna kbingungan memikirkan kehidupannya esok hari…

Ya Allah apa yang terjadi pada umat ini… apakah ini semua azab akibat perbuatan kami… Ya Allah ampuniiii kamiiii….
Ya Allah apa yang terjadi pada umat ini… dahulu rasul pernah bilang "umat Islam itu bagaikan satu tubuh jika ada satu bagian yang sakit maka seluruh tubuh akan merasakannya"
Ya Allah dimana kesatuan hati diantara kami…
Ya Allah berikanlah kebaikan yang banyak pada umat ini, terangi umat ini dengan cahaya dari-Mu, berikanlah keberkahan pada kehidupannya…..
Ya Allah satukanlah hati-hati kami…..

Ramadhan

September 9th, 2007 by firmanprawiradisastra
               
               Lihat Kartu Ucapan Lainnya
               (KapanLagi.com)
               

Deep inside your heart..

March 4th, 2007 by firmanprawiradisastra

Setiap orang pasti suka dengan yang baik-baik. Dan yang baik-baik itu saya yakin semua asalnya dari ALLAH saja.

Pernah saya ketemu ama orang yang.. kurang baiklah di mata saya, suka minum, kehidupan malem en macem-macem deh…

Yang bikin saya kaget, pernah satu kali dia bilang sama saya "man tolong cariin gua istri yang sholehah dong!!, gua pengen hidup gua tenang (lha emangnya sekarang ga tenang ya.. dalam hati saya berbisik…), gua percayain ya sama loe (nahlo emangnya saya siapa bisa cariin istri sholehah buat sendiri aja belom dapet…:))"

INtinya begitu lah, selanjutnya pembicaraan mengalir ke masalah jodoh en nikah..
Saya berpikir, orang kayak dia aja pengennya istri sholehah (yang baik) bukan istri yang kayak dia juga (suka minum en clubbbing), bisa disimpulkan fitrah manusia /inside all of us sebenarnya adalah baik dan ga suka yang tidak baik .

Trusss dari mana dia tau istri sholehah tu yang kayak gimana.. itu yang ada dipikiran saya..
Jawabannya cuma satu di kepala saya yaitu "from deep inside his heart.." ya..
Ada sebuah hadist yang menyatakan "mintalah fatwa dari hatimu…" atau hadist lain yang berbunyi "dosa itu ketika hati kita merasa ga enak". So ini menjelaskan bahwa setiap kita punya potensi kebaikan yang harus terus di maintain.

So if you want the truth, ask your heart….

Kembali…..

February 25th, 2007 by firmanprawiradisastra

Kadang-kadang kita suka lupa ya kalo ternyata kita ini ga punya apa-apa.Karena semua ALLAH yang punya,
bahkan tubuh kita sekalipun. En wajar kalo ALLAH ngatur-ngatur kita, sampai ke pakaian sekalipun.
Tadi abis sholat jumat en kebetulan ustadnya semangat banget. Beliau bener-bener ngebuat saya sadar lagi bahwa kita tu
harus bener-bener ngebuktiin cinta kita sama Allah. Karena Allah itu maha tau jadi ya wajar kalo
Allah itu tau mana yang bener-bener cinta ama yang ga.

Bukti cinta ya… apa lagi selain "pengorbanan".
Nah Kisah fenomenal diantara sekian kisah cinta adalah kisahnya nabi ibrahim, suatu waktu beliau diminta
buat ninggalin istri yang dia cinta en anaknya yang masih bayi di padang pasir.
ketika ditinggal sama ibrahim siti hajar nanya "suamiku kenapa kau tinggalkan aku??"
aduh suami mana yang ga sedih ditanya kayak gitu, sampe tiga kali ditanya, ibrahim ga jawab
en tetep jalan ngebelakangin mereka, baru terakhir kali siti hajar nanya sama suaminya
"wahai suamiku apakah ini perintah dari ALLAH?" baru ibrahim berhenti dan membalikan badannya lalu
menjawab "Ya!". Abis itu siti hajar bilang "pergilah… kalau memang ini perintah-Nya
maka dia yang akan menjagaku", ha… bayangin… istri macem mana yang bisa kayak gini????.

Alhasil
kisah cinta ini terus abadi, iya… setiap tahun jutaan umat islam melakukan apa yang dilakukan siti hajar
yaitu berlari kecil antara bukit shafa dan marwa, ada juga mata air zam-zam yang selama 4500 tahun tak
pernah kering… itulah keajaiban dari cinta, cinta sepasang kekasih yang dilandasi cinta kepada
penciptanya.

Lanjut kisahnya, setelah sekian puluh tahun ga bertemu (karena ALLAH yang nyuruh…) akhirnya ibrahim dapet izin
buat ketemu anak istrinya. at last…., tapi keadaan segera berubah…. baru aja ibrahim melepas
rindu sama anak istrinya datang perintah lagi kalo beliau diminta menyembelih anaknya (ini perintah ALLAH langsung lho)
. Tapi ini adalah manusia mulia yang dari keturunannya lahir berpuluh-puluh rasul termasuk
Muhammad SAW. Dan beliau adalah seorang ayah yang bijak, beliau diskusi dulu sama anaknya
kita simak diskusi mereka di al-qur’an QS 37: 102.

ibrahim bilang "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah apa pendapatmu?? Ismail menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".Woha.. Inilah buah cinta dari
sepasang kekasih yang telah membuktikan cintaNya pada ALLAH. Inilah anak hasil didikan dari seorang
ibu yang punya kesabaran dan kebijaksanaan yang mendalam…. SUBHANALLAH.

Saat itu syetan juga menggoda ibunda ismail yaitu siti hajar, Syetan bilang "lihat itu suamimu setelah dia
meninggalkanmu bertahun-tahun, sekarang dia akan menyembelih anakmu.." Tapi inilah kata-kata seorang siti hajar
"Pergilah kau syetan, sesungguhnya suamiku itu seorang yang mulia yang sedang menjalankan perintah ALLAH"
begitu kira-kira jawabannya. MASYA ALLAH inilah keluarga ahli surga……
lanjut di QS surat 37:103-110 adalah happy ending.Oleh ALLAH Ismail diganti dengan seekor domba yang gemuk
pada saat itulah seluruh malaikat bertakbir "ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR" dijawab oleh ibrahim
"LAILAAHAILLALLAH hu ALLAHU AKBAR" dan dijawab lagi oleh ismail "ALLAHU AKBAR WALILLAAHILHAMDU"

Dan kembali kisah cinta ini terabadikan sepanjang masa, setiap idul adha kita diwajibkan untuk berqurban
meniru apa yang dilakukan ibrahim.ALLAHU AKBAR….
Itu baru sepenggal kisah dari seluruh perjalanan hidup ibrahim yang penuh dengan pengorbanan. Sungguh mulia beliau
wajar kalau setiap sholat kita diminta bershalawat untuk ibrahim…..wajar….wajar…wajar…

Sekarang kalo dipikir-pikir apa ya.. bukti cinta saya sama ALLAH. Pengorbanan apa ya yang udah saya
kasi buat ALLAH. Pengen masuk surga iya… tapi pake apa bayarnya ya.. orang masuk tol aja bayar
4000 perak.

Ya ALLAH ampuni dosa-dosa saya, belum banyak yang bisa saya korbankan buat engkau.
Tapi saya cuma bisa berdoa mudah-mudahan dari tangan ini lahir sebuah karya yang bisa membuat
engkau ngelirik sedikit aja ama saya ya ALLAH….

Dan orang orang yang berkata: "Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami
dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang
yang bertakwa.Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga)
karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman." (QS 25:74-76)

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)." (QS 79:40-41)

SEKIAN

Ngomong….

November 22nd, 2006 by firmanprawiradisastra

ngomong-ngomong tentang "ngomong", ya… kata yang satu itu jadi banyak kepikiran akhir-akhir inikenapa??, soalnya dari satu omongan bisa muncul banyak tanggapan. Bagus kalo positif tapi repot kalo jadinya negatif.

Kejadian ini saya alami beberapa kali, akhirnya bisa jadi orang tambah suka ama kita
bisa jadi juga tambah gak suka. yah… apa mau dikata sebenernya gak pengen juga orang tambah gak suka.

Tapi ini emang jadi pelajaran berharga… begitulah manusia tetep aja ada sisi dimana kita bisa egois sekalipun pemahaman agamanya bisa dibilang bagus.

Makanya Allah bilang di qur’an surat al-hujurat ayat 11-13 kita harus bisa berlapang dada, bersabar dan mau mengerti keadaan temen-temen kita ketika kita berinteraksi dengan mereka, karena masing-masing kita punya latar belakang yang beda-beda yang emang ga akan bisa disamaain.

Contohnya saya, mungkin di keluarga saya udah biasa ngomong apa adanya, pokoknya ga biasa deh basa-basi dulu tapi buat orang lain bisa jadi itu jadi masalah. Ya… emang sedikit demi sedikit kita harus bisa dewasa bersikap, artinya proporsional tergantung dengan siapa kita "ngomong". Buat temen-temen yang udah pernah tersakiti saya mohon maap ya…

Lihat…. betapa kecilnya kita!!……(generasi impian yang pasti akan ada!!)

February 7th, 2006 by firmanprawiradisastra

Membayangkan kebesaran ALLAH sungguh luar biasa!!

Manusia tinggal di bumi, coba bandingkan ukuran bumi dengan kita, betapa kecilnya kita. Lalu bumi ada dalam tata surya. Tata surya ada di galaksi bima sakti yang terdiri dari kurang lebih 3 milyar bintang, yang masing2 bintang itu sebesar matahari atau bahkan lebih besar. Jumlah galaksi ini pun luar biasa banyaknya kurang lebih 3 milyar juga dan mungkin ini baru lapisan langit pertama. Semua itu ada dalam genggaman ALLAH SWT. Subhanallah…. memang benar hanya orang-orang yang berakal aja yang takut sama ALLAH. Kita ini ga ada artinya di hadapan ALLAH. Mau coba2 lawan ALLAH???

Memang di dunia kita bisa bilang ah… agama mah entar aja lah! atau ah… jangan bawa2 agama deh! seolah-olah ketika kita kuliah, makan, berbisnis, berduaan itu tidak diawasi sama ALLAH.

Pertanyaannya ketika ALLAH bertanya kenapa tidak belajar agama padahal buku banyak, di internet ada? ustad dimana-mana? mau jawab ga butuh??? pilihan pada saat itu cuma dua surga apa neraka?? ya tinggal pilih aja 

Atau yang wanita krtika ditanya kenapa tidak menjaga diri? kenapa ga tutup aurat? so ask yourself sudah siap ngelawan ALLAH????

Seandainya surga atau neraka ada iklannya di tv sebentar aja barang 2-3 detik. Saya yakin sholat 5 waktu di masjid akan penuh sesak. Orang-orang berbondong ke palestina untuk cari syahid. Wanita ga akan mau keluar rumah kecuali auratnya ditutup rapat dengan cara yang benar (baju longgar, ga transparan.. persis pakaian sholat). Ga akan ada waktu buat berduaan karena sibuk belajar agama. Tak ada waktu kecuali mengingat ALLAH. Tapi…. it’s just in my dream. But suatu saat saya yakin generasi yang seperti itu akan ada lagi di bumi sesuai dengan QS 5:54 atau 24:55 dan mudah-mudahan saya sudah bersama mereka saat ini. Maukah kita jadi bagian dari generasi itu???

Masih ingat ketika ada demo besar-besaran di Jakarta tentang afganistan dan irak atau demo tentang palestina. Ratusan ribu orang berkumpul tanpa ada pertumpahan darah atau perbuatan anarkis dan seluruh wanitanya berbaris rapi mengenakan jilbab panjang. Dan orang-orangpun bingung darimana datangnya mereka semua. Subhanallah, Sesungguhnya janji ALLAH adalah benar….

Best friend ever!

February 7th, 2006 by firmanprawiradisastra

Teman terbaik adalah teman yang apabila kita melihatnya kita ingat kepada ALLAH, perkataannya menambah pengetahuan agama dan perbuatannya mengingatkan kita akan akhirat.

Tidak ada pertemuan yang lebih indah selain pertemuan yang membuat kita ingat sama ALLAH.

Ngabisin waktu???

November 20th, 2005 by firmanprawiradisastra

Ya inilah sekarang tantangan yang harus saya hadapin, maklum dah tingkat 4 kegiatan kuliah dah banyak berkurang. Kalo dipikir-pikir dalam kehidupan ini ada beberapa tipe orang, ada orang yang mengisi waktunya karena emang kebanyakan waktu luang, orang yang ga tau kenapa dia dikasi waktu jadinya segala macam pekerjaan dikerjain pokoknya asal sibuk aja tapi ada juga orang yang punya visi hidup. Semua waktunya akan dia gunakan untuk hal yang menjadi tujuannya. Semua pekerjaan adalah untuk menuju visinya tadi. Jadi makannya……., berpikirnya, tidurnya pokoknya semua-muanya.

But the big question is….. apa sebenarnya tujuan hidup kita??

Ada fenomena menarik untuk diamati. Kebetulan sekarang kan lagi jamannya piala dunia  pas kemaren Australia menang lawan uruguay lewat adu penalti, kita bisa liat bagaimana pendukung Australia senengnya luar biasa merekapun sangat antusias ngeliat tim kesayangan mereka bertanding mereka ngorbanin waktu, tenaga, harta untuk nyaksiin tim kesayangan mereka. Tapi kalo dipikir lagi setelah itu….. apa? Kan yang bakal pergi ke jerman ya… timnya doang. Terus suporter dari tim-tim yang kalah juga ekspresinya ga kalah ada yang nangis, marah, kesel minta ampun. Bahkan kita liat di Jakarta kemarin pas Persija kalah ama Arema. Pendukung Persija yang marah bikin kerusuhan dan ngerusakin apa aja yang ada di stadion. Man…. coba aja mereka mau berpikir sedikit!!!.

Atau kemarin pas konser peter pan penonton pada desek-desekan sampai ada yang  pingsan. Atau yang beberapa tahun lalu terjadi, pas konser sheila on 7 sama juga kejadiannya tapi ini lebih gawat sampai ada yang meninggal…….. Ya ALLAH mereka ngorbanin nyawa mereka untuk…… untuk apa???
Apa iya artis kesayangan mereka itu akan ngebelain mereka ketika nanti malaikat dalam kubur bertanya ”siapa tuhanmu?” jangan-jangan ntar dijawab sheila on 7 lagi. Jangan sampe deh…

Lucu kalo ngeliatin sebagian besar manusia… koq ya bisa-bisanya kayak tadi. Kalo saya pikir si.. itu karena mereka menempatkan cinta tertingginya pada sesuatu yang bukan seharusnya. Sehingga ketika sesuatu yang dicintainya itu kalah atau tidak bisa bertemu dengan yang dicintainya akan ada penyesalan yang sangat mendalam.

Ya… ALLAH dunia memang penuh tipuan jangan kau biarkan aku tertipu, ya robb……….

Ini ada puisi yang bagus….. my brother wrote it.

Apa sebenarnya yang kita cari?
Apa sebenarnya yang ingin kita dapatkan?
Apa sebenarnya yang harus kita lakukan?
Apa sebenarnya yang kita perjuangkan selama ini?

Apa hanya mencari kenikmatan, kebahagian,ketenangan, kepuasan saja?
Tetapi kenikmatan, kebahagian, ketenangan, kepuasan yang bagaimana?

Untuk apa sebenarnnya kita disini?
mengapa ada kesedihan?
mengapa ada kesulitan?
mengapa ada kebahagiaan?
mengapa ada kemudahan?
mengapa ada kehidupan?
mengapa ada kematian?
mengapa ada awal?
mengapa ada akhir?
mengapa kita ada?

Sungguh, sebenarnya kita ada bukan karena kehendak kita.
sungguh, sebenarnya kita tidak diberi pengetahuan atas jawaban pertanyaan ini.

Namun, sebenarnya pertanyaan ini terjawab sudah empat belas abad silam.
Tetapi mengapa kita seperti orang yang tak memiliki penglihatan.
Apa karena kita memang tidak memiliki penglihatan?
Apa karena diri kita sendiri yang membuat diri kita tak memiliki penglihatan.

Sungguh, sebenarnya sebaik-baik jawaban adalah bukti.
Bagaimana kita bisa mendapatkan jawaban jika kita tak menjalankannya.

Menjalankan apa?
Tentu saja menjalankan sebuah bukti yang kita inginkan, yaitu perintah Al-quran yang didalamnya merupakan jawaban atas semua pertanyaan ini.

Ketika kita menjalankan perintahnya kita akan mendapatkan sebuah bukti.
YA, sebuah bukti atas jawaban yang selama ini kita cari.
Tapi, apakah jawaban selalu terungkap dengan kata-kata?
Tidak, jawaban terkadang hanya bisa dirasakan oleh orang yang hanya ingin mengetahuinya.
Ya, itulah HIDAYAH yang diberikan sang maha mengetahui kepada siapa saja yang ingin mencari jawaban hidup ini.

Maha besar ALLOH yang menciptakan kehidupan tanpa sia-sia.