semua itu kecil…..
January 31st, 2008 by firmanprawiradisastra
Pagi tadi seperti biasa di hari sabtu adalah jadwal rutin pengajian bareng temen-temen, hari-hari sekarang terasa lebih pendek, ya… jadwal kerja rutin emang bikin kayak gitu, ga kerasa udah weekend lagi ntar senen lagi, ntar udah sabtu lagi… yeah that’s my life now. Masih kebayang tugas dari kantor yang belum sempet dikerjain dan harus dikumpulin hari senentugas hafalan dari ustadz (weh..weh.. belom sempet euy) padahal target dua surat per bulan (?_?)…. ditambah permasalahan
lain yang juga belum sempet selesai, pusing juga kalo dipikirin sekarang… akhirnya berangkat juga ke tempat pengajian.
Sampe sana ustadz udah datang, temen-temen juga udah ngumpul. Kita biasa ngumpul di tempat temen yang ga bisa kemana-mana
kenapa?? sahabat saya ini sedang ada musibah yang mungkin kalo bukan dia ga akan sanggup nahan bebannya… istri beliau
terkena kanker payudara dan sampe saat ini masih terbaring di rumahnya tak bisa bergerak… (Ya ALLAH… berikan yang terbaik untuknya).
Luar biasanya beliau yang paling pertama nyambut saya dengan senyuman khasnya di depan pintu rumahnya (jujur saya pengen nangis terharu..it’s touch my heart..really)
beliau dengan beban yang begitu berat masih sempat-sempatnya nyambut saya dengan senyuman yang seolah-olah tanpa ada beban hidup
(Ya Allah saya ga ada apa-apanya dibandingin dengan dia…..ALLAH….ALLAH).
Melihat senyuman saudara saya ini beban sehari-hari
saya langsung hilang berganti dengan semangat hidup baru (terima kasih ya ALLAH engkau berikan saudara yang baik ini….).
Setelah itu saya salami ustadz, ya Allah keteduhan wajahnya membuat hati tenang, beliau ini kepala sekolah di sebuah sd swasta dengan penghasilan
yang pas-pasan tapi sekali lagi tidak ada nampak ada keluhan beban hidup di wajahnya. Padahal beliau punya majelis taklim dimana-mana kadang-kadang saya liat beliau baru pulang pengajian malem2
Lalu saya salami juga yang lain satu persatu… (ah..good to see them all), singkat cerita saat itu ustadz ngebahas tafsir surat al-muddassir… satu ayat yang langsung
kena di hati saya yaitu ayat ke 3 yang bunyinya " wa rabbaka fa kabbir" (dan Rabb-mu Agungkanlah). Ustadz menafsirkan dengan kalimat yang makin membuat hati miris melihat diri sendiri
begini katanya "ya akhi(saudaraku)… semua itu kecil hanya ALLAH yang besar, beban hidup kita, permasalahan kita, harta, jabatan semua adalah kecil….".
Subhanallah beginilah mungkin pandangan hidup seseorang yang benar-benar memahami Al-Qur’an :semua kecil hanya ALLAH yang besar, yup langsung saya catet dan inget2 supaya ga lupa.
Beginilah mungkin Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abdurrahman bin Auf dan sahabat lainnya memandang dunia.
Abu bakar yang pernah suatu kali
menyumbangkan seluruh hartanya dan ketika ditanya apa yang ditinggalkan untuk keluarganya dia jawab: ALLAH dan Rasul-NYa. Astaghfirullah… saya kasihan sama diri saya.
Atau Umar yang ketika menjadi khalifah yang menguasai 2/3 bumi tidur siang dibawah pohon kurma di jalanan madinah, di malam hari berjalan-jalan di kota madinah khawatir
ada rakyatnya kelaparan dan memikul gandum sendiri untuk memberi makan seorang wanita dan anaknya.. ketika pengawalnya ingin membantu dia marah dan berkata: "apa kamu ingin memikul dosa saya nanti…".
Mereka berdua telah dijamin surga oleh rasulullah SAW tapi bagi mereka "semua kecil hanya ALLAH yang besar".
Tak ada artinya harta, jabatan, pekerjaan kalau tidak bermanfaat buat orang banyak, buat agama ini.
Ya ALLAH ampuni dosa saya
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan
(dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS 2:214)
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan.Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.Mereka itu balasannya
ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;
dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (3:133-136)